Berbagai Tantangan Profesi Guru Sekolah di Jaman Sekarang


Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, demikian bagaimana sosok guru biasanya dikenal. Guru memang merupakan sebuah profesi yang amat sangat mulia. Namun profesi yang mulia tersebut harus menghadapi berbagai tantangan khususnya di jaman sekarang ini. Jika Anda tertarik menjadi guru sekolah, ada baiknya Anda mengetahui beberapa tantangan yang dihadapi guru di Indonesia di masa sekarang. Apa sajakah itu?

 

  • Anak Jaman Sekarang Cenderung Membangkang

Percaya atau tidak, jika dibandingkan dengan anak-anak jaman dulu, anak-anak jaman sekarang lebih memiliki rasa untuk membangkang. Memang, tidak bisa dipungkiri, masih banyak anak yang bisa berlaku sopan dan penurut. Tapi, jumlah anak yang “membangkang” sekarang ini lebih banyak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenapa anak-anak jaman sekarang memiliki sifat seperti itu.

Yang pertama, paparan teknologi yang sangat membabi buta. Anak-anak jaman sekarang sangatlah familier dengan penggunaan internet. Kita memang harus paham bahwa internet membuat hidup kita menjadi lebih mudah dan nyaman. Tapi ada juga bahaya internet yang harus kita waspadai. Karena berbagai informasi yang bisa diserap anak-anak tanpa ada filter khusus, membuat mereka menjadi merasa “hebat”. Inilah mengapa mereka cenderung lebih mudah membangkang.

Faktor yang berikutnya adalah bagaimana pergaulan anak-anak saat ini sangatlah mengerikan. Berbagai jenis hal berbahaya selalu menghantui generasi muda. Sebagai contoh, kebiasaan merokok sudah semakin santer di kalangan anak-anak. Belum lagi masalah narkoba. Dan merujuk ke penjelasan yang sudah dijelaskan sebelumnya, anak-anak mendapatkan akses konten-konten yang sebenarnya berbahaya bagi mereka melalui internet. Video-video kekerasan atau hal-hal yang berbau pornografi yang mudah diakses membuat anak jaman sekarang menjadi lebih sukar untuk ditangani.

 

  • Orang Tua yang Kurang Paham Perkembangan Jaman

Jika Anda sadar, ada sejumlah ketimpangan antara orang tua dan anak-anak mereka untuk urusan penggunaan teknologi. Anak-anak yang terekspos ke konten-konten berbahaya di internet sebenarnya terjadi juga karena ada faktor orang tua yang tidak terlalu memahami perkembangan jaman.

Bayangkan jika orang tua lebih melek internet ketimbang anaknya, tentu saja proteksi terhadap konten-konten tersebut bisa semakin ditingkatkan dan sebagai hasilnya, perangai anak-anak juga akan lebih bisa ditangani. Guru yang memiliki peran sebagai orang tua sayangnya juga masih banyak yang kurang melek teknologi. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi guru-guru untuk memberikan pendidikan pada anak-anak murid mereka.

Guru-guru yang juga tidak terlalu familier dengan perkembangan teknologi akan memiliki kecenderungan untuk memberikan metode pengajaran yang membosankan bagi murid-muridnya. Sebagai contoh, guru hanya sekedar mengajar melalui buku saja di dalam kelas. Secara otomatis, para siswa akan menjadi cepat bosan dan pendidikan yang berusaha disampaikan oleh guru tidak bisa sampai ke mereka.

Akan lebih baik jika guru lebih memahami aplikasi teknologi dan menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sebagai contoh yang sederhana, alih-alih menggunakan buku saja, guru bisa melakukan pengajaran dengan memberikan slideshow atau melalui penayangan video edukasi di dalam kelas. Dengan demikian, perhatian para siswa bisa lebih terjaga dan potensi mereka untuk mendapatkan pengajaran juga akan semakin besar.

 

  • Kesejahteraan yang Belum Merata

Satu lagi masalah pelik yang dihadapi oleh para guru di Indonesia adalah tingkat kesejahteraan yang belum merata. Memang, saat ini pemerintah sudah memberlakukan beberapa peraturan dan keputusan yang memihak kepada guru. Pemberian sertifikasi dan kenaikan gaji menjadi salah satu contohnya. Namun, masih banyak guru di luar sana yang sebenarnya menjerit. Apalagi guru yang statusnya adalah guru honorer.

Gaji yang mereka dapatkan tidaklah cukup untuk mereka. Tantangan semacam inilah yang membuat profesi guru menjadi cukup berat untuk dijalani. Bagi guru-guru yang belum mendapatkan pemerataan kesejahteraan, niat mereka untuk memintarkan generasi sekarang merupakan bahan bakar utama bagi mereka untuk mendidik.