Tahapan Perkembangan Psikososial Anak


perkembangan psikososial anak

Bunda, sangat penting sekali lho bagi Anda semuanya jika memang ingin menjadi orangtua yang baik bagi putera dan puterinya nanti adalah dengan mengeahui tahapan perkembangan psikososial anak. Sebab yang demikian ini ada kaitan eratnya dengan pendidikan sih anak itu sendiri untuk bisa mendapatkan masa depan yang lebih cerah lagi dikemudian hari saat anak Anda sudah beranjak dewasa. Untuk itulah berikut ini kami rangkumkan beberapa tahapan perkembangan psikososial anak yang harus Anda tahu terlebih dulu. Cek contoh teks eksplanasi untuk dipelajari disini.

Tahapan perkembangan psikososial anak

Trust versus mistrust : mulai sejak lahir –  usia 1 tahun

Sikap dasar psikososial ini dipelajari bayi, bahwasannya mereka bisa mempercayai lingkungannya. Munculnya trust atau percaya tersebut dibantuk oleh adanya pengalaman yang terjadi secara terus menerus, berkesinambungan, adanya pengalaman yang memiliki kesamaannya dengan trust di dalam pemenuhan kebutuhan dasar pada bayi oleh orangtuanya. Jika anak terpenuhi kebutuhan dasarnya dna jika orangtuanya juga memberi kasih sayang secara utuh, maka anak nantinya akan berpendapat bahwasannya dunianya bisa dipercaya dan diandalkan dengan baik.

Otonomi versus shame & doubt : antara usia 2 – 3 tahun

Segera setelah anak belajar trust atau pun mistrust pada orangtuanya, anak nantinya akan capai suatu derahat kemandirian tertentu. Jika balita mendapatkan kesempatan dan mendapat dorongan untuk lakukan yang telah diinginkan sih anak serta sesuai dengan tempo maupun caranya sendiri, tapi dengan supevisi orangtua serta guru yang bijaksana, maka sih anak akan dapat kembangkan kesadaran otonomi. Namun jika orangtua dan gurunya tak sabar maupun terlalu banyak larangan, maka yang demikian ini akan timbulkan sikap ragu pada lingkungannya.

Inisiative versus guilt : antara usia 4 – 5 tahun

Kemampuan anak untuk dalam melakukan partisipiasi di dalam berbagai kegiatan fisik serta mampu ambil insiatif yang baik untuk suatu tindakan yang bakal dilakukan. Akan tetapi tak semua keinginan anak akan disetujui oleh orangtua dan gurunya. Rasa percaya dan juga kebebasan baru saja diterima, akan tetapi kemudian muncul keinginan menarik rencananya atau kemauannya, maka timbulah perasaan bersalah.

Jika anak di usia 4 – 5 tahun ini diberikan kebebasan untuk jelajahi dan juga bereksperimen di lingkungannya, serta jika orangtua maupun gurunya memberi waktu untuk jawab pertanyaan anak, maka nantinya anak akan cenderung lebih banyak memiliki inisiatif di alam menghadapi masalah yang sedang terjadi di sekitarnya. Sebaliknya, jika anak selalu dihalangi keinginannya, serta dianggap pertanyaan atau pun apa saja yang telah dilakukan tak ada artinya, maka anak nantinya akan selalu merasa bahwasanya dirinya tak pernah ada benarnya.

Demikian informasi tentang tahapan perkembangan psikosial anak yang bisa kami bagikan. Untuk informasi dan tips lainnya seputar pendidikan anak usia dini, silakan menuju https://www.dosenpendidikan.com/